:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012464/original/004067100_1444187770-20151007-Ilustrasi-Tambang-Minyak3.jpg)
Adapun harga minyak telah naik dalam dua sesi terakhir usai berminggu-minggu menurun. Sentimen itu dipicu prospek pasokan minyak lebih rendah dari Iran.
AS sedang berusaha hentikan ekspor minyak Iran dalam upaya memaksa Teheran untuk merundingkan perjanjian nuklir baru dan mengekang pengaruhnya di Timur Tengah. Namun, dampak penuh sanksi Iran tidak jelas.
Sementara itu, sebagian besar perusahaan energi Eropa cenderung sejalan dengan perusahaan AS. China mengindikasikan akan terus membeli minyak Iran.
BNP Paribas mengatakan pihaknya memperkirakan produksi minyak dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) turun dari rata-rata 32,1 juta barel per hari menjadi 31,7 juta pada 2019.
Namun, ekspor minyak dari Iran Selatan berada di jalur untuk capai rekor tertinggi pada Agustus. Hal tersebut menunjukkan tanda kalau produsen terbesar minyak kedua di OPEC ikuti kesepakatan kelompok untuk meningkatkan produksi.
Sedangkan pemerintahan AS menawarkan 11 juta barel minyak mentah dari cadangan minyak strategisnya untuk pengiriman 1 Oktober hingga 30 November. Minyak yang dilepas diharapkan dapat imbangi kekurangan pasokan yang diharapkan dari sanksi terhadap Iran.
Selain itu, pasar juga terus mengamati perselisihan perdagangan AS dan China. Perang dagang dapat mengancam pertumbuhan global. Delegasi China dijadwalkan bertemu di Washington pada pekan ini untuk selesaikan perselisihan itu.
Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya tidak mengharapkan banyak kemajuan dan penyelesaian akan membutuhkan waktu.
"Fakta ada negosiasi awal yang mungkin pada akhirnya mencapai beberapa resolusi adalah hal positif," kata Rob Thummel, Manajer Portofolio Tortoise Capital.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Pemerintah menunjuk PT Pertamina (Persero), sebagai pemenang Blok Minyak dan Gas (Migas) Rokan. Dengan hasil itu, Pertamina kelola Blok Rokan setelah kontrak Chevron Pacific Indonesia habis pada 2021.
No comments:
Post a Comment